Analisa Emiten – BMTR

Hai para investor muda, melihat pergerakan harga belakangan ini, penulis dua minggu belakangan ini terpaku pada salah satu perusahaan yang dimana jumat (5/5/2017) kemarin mulai mengalami pergerakan setelah mengalami masa sideways yang cukup panjang, Yap sudah tertera di judul artikel ini, BMTR atau Global Mediacom.

Sebelumnya akan saya jabarkan terlebih dahulu BMTR ini adalah suatu perusahaan yang tergabung pada grup yang biasa kita kenal dengan HT (Harry Tanoe) dimana grup ini sebenarnya masuk kedalam grup Bhakti.

Grup Bhakti ini terdiri dari: BHIT, BMTR, MNCN, MSKY, BCAP, CMNP, IATA. Namun yang akan saya bahas disini lebih ke sisi BMTR nya

BMTR (Global Mediacom) merupakan holding dari perusahaan media milik Bhakti. dimana BMTR ini membawahi RCTI, TPI (Sekarang menjadi MNC tivi) dimana masuk juga kedalam bisnis TV kabel dan media-media komunikasi lainnya. selengkapnya anda bisa melihat disini untuk anak usaha dari BMTR baik yang terdaftar di bursa maupun yang masih private serta jumlah kepemilikan saham BMTR ini di http://www.idx.co.id/Home/ListedCompanies/CompanyProfile/tabid/89/KODE_Q/BMTR/language/id-ID/Default.aspx

Menariknya sejak tahun 2013 kemarin saham ini terkoreksi dari 2800 hingga menyentuh level terendah di harga Rp 505/lembar, sejak bulan november 2016 kemarin saham ini mulai menunjukan pergerakan turun yang lebih kecil, dimana penulis berpikir bahwa seharusnya BMTR ini mulai masuk ke dalam area jenuh jual sejak tahun 2013.

Dapat dilihat dari gambar chart weekly di atas BMTR terus mengalami penurunan hingga ke level 505.

Yang menarik yang diperhatikan oleh penulis dua minggu belakangan ini adalah adanya dana asing yang masuk sangat besar kedalam saham BMTR ini dimana sideways yang cukup panjang dari bulan november menunjukan area saham ini masuk kedalam area jenuh jual sehingga saham ini masih bolak balik di harga 500-600an

Penulis akan menampilkan pembelian asing yang di anggap cukup masif dalam melakukan akumulasi saham ini

    

Dapat dilihat 2 minggu belakangan ini BMTR di akumulasi sebanyak 75 M oleh sekuritas asing dan 2 sekuritas asing yang sangat besar dalam membeli BMTR ini ada Merrill Lynch sebanyak 37,9 M dan Macquarie sebanyak 30,7 M dan tekanan jualnya hanya sebagian kecil <3M per sekuritas yang mencatatkan penjualan sejak dua minggu belakangan.

Dan ini pergerakan harga secara harian untuk saham BMTR, dapat dilihat 2 hari belakangan tanggal 4-5 mei 2017 ini baru saham ini tiba-tiba meledak dari harga 530 hingga 640.

Pertanyaan yang biasa dilontarkan ketika pembaca membaca artikel ini yaitu, apakah saya masih bisa membeli saham BMTR ini?
well, sebelum penulis mengarah kesana berikut akan penulis tampilan beberapa pertimbangan

rata-rata 3 tahun terakhir menurut perhitungan standar deviasi nilai BMTR cenderung berada di bawah rata-rata dalam 3 tahunnya dimana seharusnya BMTR mempunyai nilai rata-rata harga selama 3 tahun di harga 1636 dengan nilai PBV sebesar 1.67

Gambar diatas penulis munculkan nilai EPS, PBV, DER dari perusahaan BMTR ini dimana sebenarnya perusahaan masih untung, namun pada tahun 2014 ke tahun 2015-2016 mengalami penurunan EPS yang cukup besar, but overall seharusnya perusahaan ini tidak bermasalah selain berkurangnya pendapatan.

Secara PBV BMTR berada di level 0.65x, dengan hutang yang berada di level 77,54% which mean tidak terlalu besar menurut penulis.

So apakah BMTR ini layak di koleksi, bagi penulis dengan sudut pandang yang telah penulis berikan,

  1. BMTR masih tergolong murah dengan nilai wajar secara PBV 3 tahunnya seharusnya berada di area 1636, namun penulis selalu menyarankan agar tidak greedy pada suatu saham karena ini bukan ajakan membeli, bisa saja BMTR hanya berhenti di area 800 namun apabila kinerja BMTR mungkin bisa melebihi EPS di tahun 2014 mungkin saja bisa lebih dari harga 1636 tersebut.
  2. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Pilkada DKI telah usai dengan secara hitung cepat Pak Anies dan Pak Sandiaga akan menjadi gubernur DKI Jakarta dimana Penulis melihat Pak Hary Tanoesoedibjo masuk kedalam Tim sukses Pak Anies dan Pak Sandiaga sehingga seharusnya secara bisnis Hary Tanoesoedibjo mendapatkan angin segar.

Terakhir Penulis akan berikan angka-angka yang menurut penulis perlu untuk di perhatikan.

 

 

Info lebih lengkap untuk panduan-panduan sahamnya dapat menghubungi LINE official account investor muda di @investormuda.

Terima kasih.

Sumber-sumber yang digunakan dalam menampilkan gambar di artikel ini:

Ipot Ultima, investing.com, Idx.co.id , RTI Bussiness, Chartnexus

Disclaimer: artikel ini bersifat sebagai informasi, bukan sebagai perintah atau larangan untuk beli dan jual. Risiko dan keuntungan dalam berinvestasi menjadi tanggung jawab dari pelaku pasar.

 

0 Comments

Leave a reply

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2017 Investor Muda. This site provided by Kerosky - PT. Pelopor Ide Kreatif

Terms & Condition | Privacy

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account