Money Management

Salam Cuan, bagi pada trader, pasti kebanyakan banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya sebaiknya bagaimana kiat-kiat saya agar dapat membagi dana dalam melakukan aksi jual beli yang baik di saham. Money management ini walau terlihat sederhana, tetapi hal ini merupakan langkah awal yang harus anda pahami sebagai trader untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam “arena” pasar modal. Money management ini lebih berlaku untuk para trader, bukan untuk para investor. Saya yakin juga para investor tidak perlu join-join grup ini itu. Jika anda masih join grup ini itu, bias jadi anda adalah seorang trader. Karena seharusnya investor lebih tenang dalam bersikap dan mentalnya harus kuat dengan Analisa sendiri bukan dari omongan dari grup-grup dimana orang yang berbicara juga belum tentu benar.

Dari penjelasan saya di atas sudah di mengerti seharusnya. Sekarang kita masuk ke topik utama kembali. Pertama-tama seberapa terobsesinya anda sebagai trader ada baiknya anda punya area yang saya anggap area aman. Maksudnya disini adalah saham-saham yang anda dapat simpan lama lets say 1 tahun – 3 tahun atau bahkan untuk jangka yang sangat panjang, dengan tujuan menabung. Jika seperti saya, saya akan membagi account saham saya menjadi account untuk trading, account untuk invest dan account untuk saham-saham yang saya anggap mungkin dapat di tahan dalam jangka bulanan.

Mengapa hal di atas perlu? Saya berikan ilustrasi agar sederhana. Misalnya saya sedang iseng-iseng Analisa saham lalu terlihat saham yang secara valuasi sudah murah (murah disini ya bisa banyak hal, secara FA atau TA) pokoknya murah deh Karena kita tidak bahas saham murah jadi anggap saja anda bisa Analisa dan anda menemukan saham murah. Lalu yang akan jadi pertanyaannya adalah “kapan kira-kira saham ini akan naik?” sangatlah beruntung jika ketika kita membeli suatu saham maka sahamnya langsung naik, namun jika tidak? Ya harus menunggu. Tetapi kalau anda trader saya jamin anda tidak akan betah hanya dengan menunggu 1 saham dan tidak melakukan jual beli dan pada akhirnya kesabaran anda habis, anda akan menjual saham yang telah anda Analisa. Lalu after anda jual minggu depannya sahamnya naik bahkan sampai >20%. Saya sangat yakin teman-teman trader banyak yang mengalami hal ini.

messageImage_1486707545124

Gambar 1. Rekomendasi Bulanan

Inilah mengapa saya menganggap money management dan account pemisah antara trading serta account yang bisa di tahan agak lama. Karena menggunakan Analisa Fundamental sederhana dengan acuan PBV PER dan ROE sangat mudah untuk menemukan saham-saham murah, lets say sekarang saham yang cukup murah dengan Valuasi market capital yang cukup besar yaitu saham JSMR dimana JSMR sempat pernah berada di posisi 7200an pada tahun 2015 awal. Sekarang saham JSMR ini berada hanya di area 4700an which mean JSMR sudah terkoreksi sekitar 40% dari titik tertingginya sedangkan secara kinerja perusahaan JSMR tergolong stabil bahkan menggembirakan apabila dilihat dari growth Laporan Keuangannya. Hanya isu right issue pada desember 2016 kemarin saja yang membuat saham ini tertekan. Dan dari November pun saya sudah prediksi JSMR akan berada di titik terendah pada bulan desember 2016. Namun apabila anda trader dan anda membeli JSMR di desember sampai bulan februari awal kemarin JSMR masih berada pada area 4200an dimana low JSMR di area 3900 hanya naik <10%. Sedangkan saham-saham lalin bergerak tidak karuan. Lalu anda kebanyakan menjual JSMR dan mengganti ke saham-saham Bakrie (Karena belakangan lagi Hot) lalu sekarang saham bakrie sudah mulai diam kembali anda yang sudah keluar dari JSMR akan merasa ketinggalan, sayang sekali bukan? Even ketika saya mengatakan JSMR masih dapat mencetak cuan yang lebih tinggi apakah sekarang anda berani membeli JSMR? Saya rasa anda tidak akan seberani ketika bulan desember kemarin untuk membeli JSMR.

30-3

Gambar 2. Rekapan trading plan mingguan

“Jadi money managementnya gimana pak?” Money Management ini sensitif seperti artikel saya yang berjudul “Mentality Makes Profit” begitu juga Money Management, anda harus mengukur sendiri mental anda, seberapa kuat anda ingin trading harian, seberapa kuat anda menahan diri trading mingguan dan seberapa kuat anda menahan diri menunggu bulanan? Disini saya hanya menawarkan pola sesuai dengan mental dan pola pikir saya.

Saya orang yang sudah merasakan cuan dengan menahan saham-saham basis cukup lama dengan profit yang fantastis, anda dapat melihat track record rekomendasi jangka panjang saya, dimana BRPT, ANTM, DOID, BUMI, NIKL dll meledak tidak karuan dan masih ada buktinya ketika harganya masih sangat murah ketika di rekomendasikan. So dengan mental begini saya membagi uang saya di 50% account jangka bulanan, 30% di account mingguan, dan 20% di account harian. Karena saya adalah full time trader jadi biasanya melihat running trade tidak kuasa menahan jari yang gatal ini mau membeli saham-saham yang sedang hot. Tetapi setiap pembelian saham biasanya sesuai dengan Analisa saya di malam hari kalau pun ada yang off track pasti tidak akan terlalu banyak, hanya sebagai pelampiasan nafsu yang bila untung maupun rugi tidak terlalu berpengaruh.

6-10

Gambar 3. Trading Plan Harian

Lalu di masing-masing account akan saya berikan penilaian khusus mana yang menurut saya punya kemungkinan paling tinggi, biasanya akan saya letakan uang paling besar porsinya. Kalau di harian tentu yang sudah di Analisa saat malam hari yang akan di prioritaskan, untuk saham harian saya akan siap menunggu waktu 1 minggu untuk merealisasikannya, tetapi tidak menutup kemungkinan juga untuk menjual saat hari itu juga kalau anda melihat rekomendasi-rekomendasi dari Investor muda biasanya dalam waktu <7 hari saham-saham anda pasti sudah mencapai target, baik itu target cut loss maupun target profit tetapi perbandingannya masih lebih banyak target profit yang kena 😊 dan saya bersyukur akan hal itu.

Namun hal di atas itu adalah rasio terbaik bagi saya, tidak menutup kemungkinan anda dapat mengubah hal itu. Misalnya anda justru lebih sering untung pada saat trading harian ya silahkan saja anda mengubah misalnya 50% harian, 30% mingguan, 20% bulanan begitu pula dengan mingguan. Yang lebih sayang menurut saya misalnya saya membeli saham BUMI di area 50, lalu sudah di area 200, cuan sudah 400% dan menurut Analisa masih akan naik hingga ke 500, kan sayang kalau saya rusak average yang di area 50, tapi itu hanya perbedaan di psikologis saja tidak ada hubungannya ke profit trading anda, Cuma menurut saya sangat sayang apabila anda mengaverage BUMI yang anda beli di area 50 lalu average menjadi 100 misalnya lalu BUMI di swing dari 200 ke area 150. Apakah psikologi anda dapat bertahan dengan perbedaan 50 point profit di bandingkan dengan average anda masih di 50 lalu di swing ke 150? Balik lagi ini hanya masalah mental dan psikologis. Untuk itu Mental trader itu penting bagi seorang trader dan yang tau mental anda ya hanya anda sendiri.

Dan terakhir, masih banyak saham-saham murah di luar sana dengan market capital yang cukup besar, so jangan sampai ketinggalan untuk mencicipi saham-saham murah yang siap rebound, latih mental anda dari sekarang, jadilah trader yang professional. Keep Learning never give up

 

Happy cuan 😊 Keep Learning | Mentality Makes Profit

1 Comment
  1. Investor Muda 8 months ago

    Gray Fullbuster°

Leave a reply

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2017 Investor Muda. This site provided by Kerosky - PT. Pelopor Ide Kreatif

Terms & Condition | Privacy

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account