Irrational Valuation

Pernah kepikiran masalah kenapa ada barang tidak wajar lalu harganya bisa menjulang tinggi dan sebaliknya barang yang seharusnya bagus tapi harganya tidak tinggi? (tidak hanya di saham)

Barusan saya kepikiran saja bahwa sebuah barang sebelum dia diberikan harga atau PRICING, harus dilihat berapa nilainya (value) melalui proses valuasi.

Sama seperti investasi dan juga setiap kali anda ingin membeli barang misalnya anda ke toko furnitur lalu anda berpikir. Apakah saya BUTUH kursi ini? Bila iya, anda akan melakukan valuasi di dalam kepala anda. Berapa NILAI yang anda ingin korbankan untuk bisa mendapatkan kursi tersebut hingga sampai rumah, baru anda melihat HARGA untuk menentukan keputusan.

Hal ini juga terjadi di tingkat perusahaan, sebelum perusahaan melakukan pembelian apa lagi akuisisi perusahaan lain, mereka akan melakukan valuasi sebelum memberikan penawaran harga.

Namun banyak dari kerabat saya yang mengatakan bahwa sebetulnya menjual itu tidak susah dan tidak butuh memberikan NILAI, yang penting orang setuju saja untuk membeli barang tersebut. Tentu iya itu bisa membuat anda menjual barang dan mendapatkan uang, tapi apakah ini akan bertahan lama? Tidak! Orang pasti akan sadar barang itu tidak memiliki nilai dan tidak wajar membeli dengan harga tersebut.

Saya teringat sebuah kasus di tahun 1637 yaitu Tulip Mania atau Tulip Bubble. Kasus yang menunjukan suatu barang yang tidak memiliki nilai ekonomis tinggi tetapi harga mampu dijual sangat tinggi tetapi dalam waktu singkat harga kembali normal. Why? Because if it doesn’t create value, it doesn’t worth that much.

referensi : https://en.wikipedia.org/wiki/Tulip_mania

 

0 Comments

Leave a reply

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2017 Investor Muda. This site provided by Kerosky - PT. Pelopor Ide Kreatif

Terms & Condition | Privacy

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account