Siapa disini yang ingat dengan film “The Jungle Book” ? Berawal dari film animasi lalu diangkat ke layar lebar pada tahun 2016 film ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki bernama Mowgli yang berteman dengan binatang-binatang di hutan. Nah, ada sebuah scene diamana Mowgli membantu teman binatangnya, Baloo seekor beruang hitam untuk mengambil madu yang berada diatas tebing untuk disimpan sebagai persediaan saat musim dingin datang.

Tentunya itu adalah strategi yang masuk diakal. Saat musim dingin datang, jumlah bahan makanan akan berkurang ditambah juga situasi yang kurang mendukung untuk keluar dan menambah stock bahan makanan. Based on researchers articles, mamalia-mamalia yang melakukan hibernasi, salah satunya adalah beruang, menambah jumlah lemak dalam tubuh mereka untuk menjaga temperatur tubuh tetep hangat. Fakta unik lainnya adalah ternyata mereka tidak benar-benar tidur tetapi, slowing down their pace of living. Maksudnya apa nih? Laju metabolisme mereka jadi lebih rendah dan mereka ga seaktif musim-musim lainnya. Lalu beberapa bulan kemudian, mereka akan keluar dari persembunyian untuk memulai perburuan kembali.

Hmm…situasinya mirip-mirip ya dengan apa yang lagi ada diberita-berita. Yup, resesi.

Resesi menjadi sebuah event yang sangat menakutkan bagi pelaku pasar. Ekonomi pertumbuhannya menjadi lambat, konsumsi menurun, jumlah pengagguran meningkat dan lain sebagainya. Tapi ingat, resesi tidak akan terjadi selamanya. Seperti musim dingin yang soon akan berganti musim semi.

Kalau beruang saja punya strategi untuk menghadapi musim dingin, bagaimana dengan kita? Tentunya ada beberapa hal yang bisa kita persiapkan untuk menghadapi resesi.

Jangan panik, tetap fokus. Saat panik, kita cenderung membuat keputusan yang salah. Tulis apa saja yang bisa dan harus dilakukan, adjust portfolio anda dan jangan buat keputusan finansial yang terburu-buru. Kalian bisa alokasikan aset-aset kalian ke investasi yang less volatile.

Juga bagi kalian yang punya kartu kredit, ada baiknya untuk mulai mengurangi jumlah hutang kalian. Bayar semuanya sampai lunas lalu siapkan safety net kalian.

Kumpulkan cash. Disaat volatilitas meningkat, baiknya kita memegang cash. Remember the phrase “Cash is king”? Yup, pada saat resesi, cash is king. Make sure kalian punya uang kas yang cukup untuk keperluan di masa perlambatan ekonomi.

Lastly, resesi itu bukan akhir dari segalanya, ekonomi hanya menjadi lebih lambat. Beberapa perusahaan pasti masih menjalankan bisnisnya seperti biasa hanya, bisnis dijalankan dengan plan B. Pada akhirnya ekonomi akan kembali ke laju normalnya.

By Olivia E. Tjahjadi (Part of Investor Muda). 10 Oktober 2019.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 Investor Muda. All Rights Reserved. Developed by PT Pelopor Ide Kreatif.

Log in with your credentials

Forgot your details?