Untuk mengetahui dahsyat-nya investasi di saham IPO, salah satu contoh yang saya paling
sering gunakan sebagai gambaran adalah kepemilikan saham di Unilever Indonesia (UNVR)
pada tahun 1982. Andaikan saja pada saat Initial Public Offering (IPO) di harga 3175/saham
anda membeli 10 lot saham tersebut (ukuran lot pada tahun tersebut adalah 1 lot = 500 lembar
saham) yang dimana berarti adalah 3175 x 5000 = 15.875.000 rupiah dan anda masih memiliki
saham tersebut sampai sekarang, maka percaya atau tidak nilai saham tersebut pada 30 Juni
2019 lalu adalah senilai 26,64 miliar Rupiah alias return sebesar 167.711% (dibaca: seratus
enam puluh tujuh ribu tujuh ratus sebelas persen). Ya, investasi anda selama 37 tahun di saham
tersebut menghasilkan tingkat return diatas seratus ribu persen. Masih tidak percaya? Silahkan
simak perhitungan di bawah ini:

1. Pada awalnya, saham yang Anda miliki adalah sebanyak 5.000 lembar dengan harga 3.175
per lembar saham, hal ini berarti anda mengeluarkan modal sebesar 15.875.000 rupiah
untuk memiliki saham tersebut.

2. Pada tanggal 11 Juli 1989, perseroan memutuskan untuk membagikan saham bonus dengan
rasio 6:1, maka pada saat ini jumlah saham yang anda miliki akan menjadi (5000/6) + 5000
= 5.833 lembar saham (dibulatkan).

3. Pada tanggal 7 Maret 1993, perseroan kembali memutuskan untuk membagikan saham
bonus dengan rasio 6688:100, maka pada saat ini jumlah saham yang anda miliki akan
menjadi (5833/66.88) + 5833 = 5.920 lembar saham (dibulatkan).

4. Pada tanggal 6 November 2000, perseroan memutuskan untuk memecah nilai nominal saham
alias stock split dengan rasio 1:10, maka pada saat ini jumlah saham yang anda miliki akan
menjadi 5920 x 10 = 59.200 lembar saham.

5. Pada tanggal 15 September 2003, perseroan kembali memutuskan untuk memecah nilai
nominal saham alias stock split lagi dengan rasio 1:10, maka pada saat ini jumlah saham
yang anda miliki akan menjadi 59200 x 10 = 592.000 lembar saham.

6. Mengacu pada harga penutupan (closing price) saham Unilever Indonesia pada tanggal 30
Juni 2019 lalu sebesar 45.000 per lembar saham, maka anda dapat mengetahui bahwa nilai
investasi anda pada saham tersebut bernilai sebesar 45.000 x 592.000 = 26.640.000.000 alias
dua puluh enam miliar enam ratus empat puluh sembilan juta Rupiah dari yang
sebelumnya hanya bernilai sebesar lima belas juta delapan ratus tujuh puluh lima ribu
rupiah. Dahsyat bukan?

Perhitungan diatas belum memperhitungkan faktor dividen yang anda peroleh selama periode
investasi tersebut dimana apabila anda menginvestasikan dividen yang anda peroleh untuk
kembali membeli saham dari perseroan, maka tentunya tingkat return yang bisa anda peroleh
akan lebih tinggi lagi.

Sekedar untuk menghilangkan rasa ingin tahu anda, apabila anda ingin tahu berapa kira-kira
nilai dividen yang bisa anda peroleh pada tahun 2019 lalu menggunakan dividen tahun buku
2018 sebesar 775 rupiah per lembar saham, maka nilai dividen yang bisa anda peroleh di tahun
2016 tersebut adalah sebesar 775 x 592.000 = 458.800.000.

Hanya saja, anda perlu memperhitungkan faktor pajak dimana pajak penghasilan final dari
dividen untuk wajib pajak pribadi pemilik NPWP dalam negeri adalah sebesar 10% sehingga
totalnya anda ‘hanya’ akan memperoleh dividen senilai 412.920.000 Rupiah di tahun
tersebut.

Inti dari cerita diatas adalah terkadang tidak salah juga untuk berinvestasi pada saham yang
baru saja melakukan Initial Public Offering alias IPO. Tentunya selama Anda mengetahui
prospek perusahaan tersebut kedepannya dan perusahaan tersebut memiliki tata kelola
perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

Credit to: Edwin Santoso, CFP

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 Investor Muda. All Rights Reserved. Developed by PT Pelopor Ide Kreatif.

Log in with your credentials

Forgot your details?