Written by Contributor Investor Muda Article: Edwin Santoso, CFP

Mungkin banyak dari Anda berpikir kenapa harus membeli saham dengan
kapitalisasi pasar kecil (small cap) yang seringkali memiliki risiko investasi yang
lebih tinggi dibandingkan dengan membeli saham big cap yang mana biasanya
sudah mapan dan memiliki risiko investasi yang lebih kecil. Perlu anda ketahui
bahwa ketika anda memutuskan untuk berinvestasi pada berbagai saham berjenis
small cap, maka lebih banyak dibanding tidak saham-saham tersebut adalah
saham yang memiliki prospek pertumbuhan pendapatan maupun laba bersih
yang tinggi di masa depan atau seringkali disebut juga sebagai growth stock.
Saham-saham perusahaan tersebut memiliki prospek untuk bertumbuh dengan
dengan cepat di masa depan dikarenakan peluang untuk berekspansi masih
terbuka lebar.

Sebagai analogi, terdapat perusahaan X dan Y di mana perusahaan X adalah salah
satu perusahaan consumer goods terkemuka di Indonesia yang memiliki pabrik
maupun kantor cabang di seluruh Indonesia yang berfungsi sebagai pusat distribusi
sekaligus sebagai kantor pemasaran. Sedangkan perusahaan Y juga adalah
perusahaan yang bergerak di bidang consumer goods namun sejauh ini hanya
memiliki pabrik maupun jaringan distribusi yang terbatas di pulau Jawa dan
Sumatera. Asumsikan kedua perusahaan tersebut sama-sama memiliki rencana
ekspansi di masa depan, menurut anda, mana yang memiliki prospek pertumbuhan
penjualan yang lebih cepat? Perusahaan X yang sudah mapan tentu memiliki opsi
ekspansi yang lebih terbatas dibanding dengan perusahaan Y yang mana memiliki
opsi untuk berekspansi ke wilayah Indonesia Timur seperti Pulau Sulawesi, Pulau
Irian, dan berbagai pulau di wilayah Indonesia Timur. Singkat kata, akan lebih
mudah bagi perusahaan Y untuk meningkatkan penjualan produk consumer goods
mereka dengan drastis yang mana pertumbuhan dua digit (double digit growth)
bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diraih. Sebaliknya, bagi perusahaan X yang
memiliki opsi ekspansi terbatas, pertumbuhan satu digit (single digit growth) saja
sudah bagus dikarenakan mereka tahu betul bahwa ruang untuk berekspansi dengan
gencar sudah sangat terbatas dan seringkali akan lebih bijaksana bagi mereka untuk
mempertahankan market share yang ada daripada mencoba untuk berekspansi lebih
lagi.

Contoh kasus

PT. Sariguna Primatirta, Tbk (CLEO) ditengah ketatnya
persaingan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Contoh yang paling sering saya gunakan untuk menggambarkan dahsyatnya potensi
saham small cap yang memiliki manajemen yang bagus serta rencana bisnis
yang jelas mungkin adalah pada saham Sariguna Primatirta (CLEO). Layaknya
perusahaan consumer goods yang baru saja IPO, harga saham dari perseroan yang
pada mulanya ditawarkan pada harga 115 Rupiah per lembar saham dengan cepat
mengalami peningkatan pada hari-hari awal perusahaan tersebut listing di BEI.
Harga saham dari perseroan sempat meningkat menjadi 400 sebelum akhirnya
pergerakan sahamnya menjadi sideways untuk beberapa saat.
Hanya saja, bagi beberapa investor yang jeli dan terus mengikuti perkembangan
dari kinerja perseroan, mereka akan mengetahui bahwa dana IPO dengan cepat
digunakan untuk berekspansi dan bahkan sebelum akhir tahun, perseroan
sudah membelanjakan hampir keseluruhan dana yang diperolehnya dari IPO
untuk berekspansi dan menambah jaringan distribusi.

Selain daripada itu, perseroan juga mampu membukukan pertumbuhan pendapatan
dan laba bersih yang cukup spektakuler di mana pada akhir tahun 2018 lalu,
perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing
sebesar 35,3% dan 26%. Pencapaian ini jauh lebih baik dibanding dengan
perusahaan AMDK lainnya yang tercatat di BEI seperti Akasha Wira International
(ADES) yang membukukan peningkatan laba bersih sebesar 38,4% namun
mengalami penurunan pendapatan (yang dapat diartikan sebagai penurunan market
share) ataupun Tri Banyan Tirta (ALTO) yang justru mengalami kerugian pada
periode yang sama.

Lantas, usut punya usut, saya sempat melakukan riset pasar pada produk dari
perseroan yang mana kemudian saya menemukan fakta-fakta sebagai berikut:
• Perseroan memposisikan produknya sebagai air minum premium, setara
dengan market leader di bisnis AMDK saat ini yaitu Aqua yang dimiliki
oleh Danone Indonesia.
• Perseroan menggunakan dana IPO-nya untuk memperkuat jaringan
distribusi sekaligus menjalin partnership dengan berbagai restoran di
kawasan Jawa Timur.
• Perseroan gencar berekspansi dan meningkatkan brand awareness dari
perseroan dengan cara mengadakan fun run ataupun sebagainya di
Surabaya.

Apa dampak dari gencarnya ekspansi perseroan terhadap harga sahamnya? Sampai
pada saat bagian ini ditulis (1 Agustus 2019), harga per lembar saham dari
perseroan sudah mencapai 2.550 Rupiah (memperhitungkan stock split 1:5)
alias peningkatan harga lebih dari 20 kali lipat dalam waktu kurang dari dua
setengah tahun dan market capitalization-nya tumbuh dari 264 miliar menjadi
6,1 Triliun dalam kurun waktu tersebut.

Dahsyat? Tentu saja mengingat Industri AMDK di Indonesia hanya bertumbuh
rata-rata sebesar 8 – 10% setiap tahunnya. Tentu bagi anda yang jeli dan
memutuskan untuk berinvestasi pada saham small cap ini pada saat IPO ataupun
pada saat saham ini sideways di kisaran harga 400 Rupiah, anda akan mendulang
profit yang luar biasa besar dalam waktu singkat!

Pembelajaran dari kasus ini dapat anda gunakan pula untuk saham-saham small cap
lainnya di mana selama anda jeli, maka tidak akan sulit untuk bisa
melipatgandakan modal anda melalui investasi pada saham jenis small cap.

Dikutip & Dimodifikasi dari buku Small Stocks Big Profit Karya Edwin Santoso, CFP®

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 Investor Muda. All Rights Reserved. Developed by PT Pelopor Ide Kreatif.

Log in with your credentials

Forgot your details?