Research Team Investor Muda: Gregorious Arvan

25 Juni 2019

 

Emiten ini jarang dilirik oleh investor karena harga-nya belom kemana-mana ditambah emiten ini baru IPO tahun lalu. Apakah HK Metals Utama Tbk layak untuk dilirik?

Sekilas tentang perusahaan

 

HK Metals Utama Tbk (HKMU) bergerak dalam bidang produksi dan perdagangan baja ringan untuk properti, konstruksi dan retail. Saat ini, HKMU memiliki 6 Anak Usaha (PT Handal Aluminium Sukses, PT Bumimas Karya Persada, PT Rasa Langgeng Wira, PT Metaltama Perkasa Jaya, PT Hakaru Metalindo Perkasa dan PT Dantool Karya Teknik).

HKMU bergerak di bidang manufaktur dan distribusi produk alumunium ekstrusi, bahan baku lembar Baja Ringan Galvalum (coil), produk sanitary, pipa PVC, pipa stainless, distributor alat kerja merek MAKITA. Awal mula perusahaan  hanya trading alumunium, seiring berjalannya waktu, HKMU membangun pabrik Alumunium Ekstruksi pada 2017. Bisnis utama HKMU adalah Alumunium dan baja ringan yang hampir mencapai 87% pendapatan dari perusahaan di Q1 2019.

Lalu bagaimana perkembangan bisnis HKMU selama ini?

 

Pada 2018, HKMU mencatatkan pertumbuhan penjualan 73,86% secara tahunan menjadi Rp864,98 miliar. Adapun, laba bersih tumbuh 117,83% secara tahunan menjadi Rp66,92 miliar pada periode tersebut. Mengapa omset HKMU bisa naik signifikan pada 2018?  Pertama, kontribusi terbesar berasal dari penjualan PT HAS (anak perusahaan HKMU) yang baru beroperasi penuh melesat dari Rp7,26 miliar pada 2017 menjadi Rp184,42 miliar pada 2018. Di saat yang sama, perusahaan memperlebar penjualan dengan ekspor alumunium ekstrusi ke Belanda dan Amerika. Untuk komposisi penjualan, 60% trading dan 40% manufaktur. Perusahaan menargetkan 50:50 kedepannya.

Bagaimana prospek perusahaan kedepannya?

 

Pada 2018, HKMU memiliki kapasitas produksi 6.000 ton dan perusahaan menargetkan pada 2019, kapasitas produksi bisa mencapai 12.000 ton dengan penambahan 3 mesin ekstrusi baru hasi dari dana IPO. Di tahun 2019, HAS, anak perusahaan HKMU menargetkan untuk ekspor ke Australia dan Canada. Saat ini Perseroan sedang dalam proses pembuatan sertifikasi DNV GL sebagai syarat untuk ekspor ke Australia. HKMU pun juga memiliki competitive advantage dibanding importir, dikarenakan bahan baku (bauxite) itu banyak berasal dari Indonesia, sehingga harga import tidak dapat menyaingi produksi domestik.

Managemen perusahaan menargetkan penjualan tahun 2019 dapat mencapai 1,67 triliun dengan laba bersih di kisaran 140 Milyar. yang dimana jika dihitung maka PE Forward 2019 adalah 8x. Dan bisa dibilang ini merupakan saham undervalued.

 

Lalu bagaimana dengan prospek industry nya?

 

Pada tahun 2015, tercatat produksi alumninium dunia rata-rata sebesar 60 juta ton, sementara konsumsi aluminium dunia ratarata sebesar 55 juta ton. Diperkirakan di tahun 2025, produksi aluminium dunia mencapai 77 juta ton, sementara konsumsi aluminium dunia rata-rata sebesar 80 juta ton. Di Indonesia, Asosiasi Produsen Aluminium Ekstrusi serta Aluminium Plate, Sheet & Foil (APRALEX, Sh&F) mencatat industri tengah dan hilir membutuhkan 800.000 ton aluminium dengan berbagai bentuk, sedangkan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) maksimal hanya mampu memproduksi sekitar 265.000 ton per tahun. Dengan demikian, terdapat potensi pasar yang sangat besar untuk dikembangkan dan harus dipenuhi oleh produsen aluminium di dunia.

 

Tantangan- tantangan apa saja yang dihadapi bisnis HKMU? Salah satunya ada volatilitas bahan baku yaitu Ingot (bauxite) didapat dari Inalum yang mencapai 30% dari total bahan baku. Sisa 70% bahan baku alumunium berasal dari scrap besi yang harganya relative stabil. Namun dampak kenaikan harga bahan baku pun hanya untuk jangka pendek, karena HKMU dapat mentransfer biaya itu dengan kenaikan harga jual.

 

Kesimpulan:

HKMU merupakan perusahaan yang sedang berkembang dan memiliki prospek yang cerah kedepannya. Namun investor tetap harus berhati- hati terhadap segala resiko yang dihadapi perusahaan. HKMU pun perusahaan yang baru IPO, dan belum pernah membagikan dividend an management pun belom terbukti track record nya.

SALAM PROFIT!

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 Investor Muda. All Rights Reserved. Developed by PT Pelopor Ide Kreatif.

Log in with your credentials

Forgot your details?