Om telolet om, Donald Trump terpilih jadi presiden Amerika Serikat, so what? Ya emang gada sih, dan kita juga ga ngebahas itu kali ini… Melainkan kita akan membahas apa itu trading saham dengan analogi jemuran!!!
Let’s start~~~
Jadi gini nih, saya asumsikan kita semua sudah pernah menjemur pakaian kita bukan? Kalau sudah, maka segampang itu jugalah sebenarnya teknik untuk sukses di trading saham.
Ketika kita selesai mencuci dan hendak menjemur, apa yang menjadi concern kita pada saat itu? Saya beri pilihan:

  1. Baju yang akan dijemur
  2. Cewek cantik yang lagi ngejemur juga
  3. Cuaca saat itu

Jika kalian menjawab C, maka kalian benar! Analogi di saham sendiri bahwa cuaca itu adalah IHSG-nya kita kalau di Indonesia. Jadi yang pertama kali kita lakukan sebelum trading adalah melihat keadaan pasar secara overall, yang sedikit banyaknya akan berpengaruh kepada saham yang kita pilih. Kita akan lebih suka menjemur di cuaca yang cerah bukan? Sama saja, kita juga akan lebih prefer trading pada saat IHSG sedang hijau(naik). Bukan ketika cuaca mendung/IHSG kuning(stagnan) apalagi hujan/IHSG merah(turun).
Lanjut ke analogi kedua.
Asumsi kalian sudah menjemur pakaian kalian di jemuran tadi, apa yang akan kalian selanjutnya?:

  1. Mantengin/Mengawasi jemuran kalian sampai kering
  2. Godain mbak-mbak yang lagi lewat
  3. Kita tinggal saja karena kita sudah yakin jemuran tersebut akan kering pada waktunya, bahkan tanpa kita pantengin sekalipun

Yap, jika kita orang normal maka yang kita pilih pastilah B, eh C maksudnya. Sama saja, ketika kalian sudah membeli suatu saham(yang diasumsikan sudah melakukan Technical Analysis dan Fundamental Analysis dan juga analisis yang lain sebelumnya), langkah terbaik selanjutnya adalah tinggalkan dan percaya bahwa saham yang kalian pegang itu akan naik pada waktunya!
Namun bukan berarti ketika ternyata saham yang kalian pilih ada gejala turun kalian diam saja, itu gunanya ada titik cut-loss di setiap trading saham yang kita lakukan. Kalau di jemuran ceritanya gini, masak ketika cuaca udah mendung atau gerimis kita tetap optimis bahwa jemuran kita akan kering dan tidak kita ambil, kan terlalu berisiko.
Oke, analogi terakhir saya sampaikan seperti ini.
Ketika sudah selesai menjemur dan tiba saatnya mengambil jemuran, apa perlu kita bandingin jemuran kita dengan jemuran orang lain? Seharusnya sih tidak. Namun ketika kita memasuki dunia trading saham, akan begitu banyak orang-orang yang membanggakan “jemurannya”! Yang tidak lain dan tidak bukan akan mempengaruhi psikologi kita kedepannya. Muncullah nanti sifat-sifat greed(mengapa aku tidak seuntung dia), fear(saham yang kupegang sepertinya tidak seuntung yang dia pegang), fear of missing out(aku ingin ikutan di gerbong saham yang orang bilang sangat menguntungkan itu!),d.l.l
Percayalah, mereka itu membanggakan saham-saham itu pasti memiliki maksud tertentu, dan yang paling sering untuk menguntungkan mereka sendiri, bukan kita! Ya, sekali lagi, bukan kita! Jadi berhentilah terlalu mendengar setiap apa yang dikatakan orang terutama ketika kita memasuki dunia trading saham nanti.
Oleh karena itu, dengan logika jemuran maka kita tahu bahwa yang perlu kita perhatikan hanyalah jemuran kita, kalaupun ingin memperhatikan jemuran orang lain tidak apa, namun hilangkan emosi terlebih dahulu, lihatlah dari sisi rasionalitasnya.
Akhir kata, jika ternyata sudah menjemur di cuaca yang cerah namun ternyata pakaian kita masih belum kering juga, atau sama dengan ketika kita sudah trading saham dengan teknik yang benar, namun masih belum untung juga, maka ingatlah satu hal. Akan tiba masanya hari yang cerah seperti ini akan datang kembali, mungkin bisa besok, lusa ataupun beberapa hari kedepan, namun aku akan tetap setia menunggu demi menjemur kembali pakaianku yang belum kering tadi.
Oke, itu saja. Selamat menjemur!!!

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 Investor Muda. All Rights Reserved. Developed by PT Pelopor Ide Kreatif.

Log in with your credentials

Forgot your details?