Hai Trader, hari ini Saya kembali akan membawakan pembelajaran analisa teknikal dengan menggunakan bantuan “Stochastic dan MACD” dimana kedua indikator ini merupakan indikator yang sering Saya gunakan sebagai analyst pasar modal.

       1. Stochastic

Stochastic adalah sebuah indikator oscilator yang berfungsi untuk mengukur kejenuhan pasar . Namun jika dibandingkan dengan RSI , stochastic memiliki kelebihan yaitu memiliki signal beli dan jual. Market dikatakan overbought bila nilai stochastick diatas 80 , dan dikatakan oversold jika market bernilai dibawah 20 . “wikipedia”

Jelas sekali dari pengertian stochastik mempunyai kemampuan untuk menentukan nilai kejenuhan pasar. dimana angka 20 ke bawah bearti pasar sedang berada dalam kondisi jenuh jual sehingga mempunyai potensi mengalamin kenaikan harga cukup tinggi dan apabila Stochastic berada pada angka 80 ke atas menandakan bahwa pasar sedang dalam kondisi jenuh beli sehingga mempunyai potensi untuk mengalami koreksi.
stoch-1

Gambar 1. Stochastic Signal

Dari gambar di atas dapat dilihat, Stochastic dapat memberi signal kapan harus menjual dan kapan harus membeli. namun untuk menentukan apakah harga sahamnya masih dapat berlanjut naik maka biasanya saya membutuhkan bantuan MACD untuk memberikan konfirmasi apakah suatu saham masih akan berlanjut turun atau akan berlanjut naik

       2. MACD

MACD adalah singkatan dari Moving Average Convergence / Divergence ( rata-rata pergerakan konverjensi / perbedaan), yang merupakan suatu indikator dari analisis teknis yang diciptakan oleh Gerald Appel pada tahun 1960an. “Wikipedia”

MACD seperti yang diartikan di atas yaitu rata-rata pergerakan dimana yang harus dicari disini yaitu perbedaan konvergen serta divergennya untuk menentukan penurunan serta kenaikan harga
berikut saya berikan contohnya agak lebih mudah dipahami
macd1

Gambar 2. MACD Signal

dapat dilihat dari gambar di atas untuk saham berkode BBRI (Bank BRI) terlihat di indikator MACD bahwa Histogramnya mengalami perbedaan dari minus yang cukup besar menjadi lebih kecil, tetapi harganya tetap mengalami penurunan. sehingga ketika kedua garis MA berpotongan, maka hal tersebut merupakan signal beli. serta selanjutnya dimana histogram MACD mengalami penurunan tetapi harga mengalami kenaikan, ketika garis MA berpotongan menandakan signal untuk melakukan penjualan.
apabila kita menggabungkan kedua indikator MACD serta Stochastik maka kita juga dapat melihat bahwa kapan titik terendah yang layak untuk di beli serta titik tertinggi untuk melakukan transaksi jual.
combine

Gambar 3. Kombinasi MACD dan Stochastic

Gambar di atas merupakan kombinasi antara penggunaan MACD dan Stochastic dimana ada area yang di anggap murah oleh stochastic serta area yang di anggap mahal, tetapi dengan bantuan MACD kita dapat lebih menilai dengan angka keakuratan menjadi lebih tinggi dari pada hanya mengandalkan satu indikator.
Untuk lebih jelasnya silahkan join di Priority Investor Muda yang dapat di tanyakan di Official Account Investor Muda. 🙂
Keep learning, Happy cuan
 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2018 Investor Muda. All Rights Reserved. Developed by PIK Creative Agency. Theme by Seventh Queen

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account